BREAKING NEWS
latest

728x90

header-ad

468x60

header-ad
latest
randomposts4

Pendidikan

Pendidikan/block-1

Sosial

sosial/block-7

Galeri

Galeri/block-3

Artikel

Artikel/block-4

Latest Articles

UNTUK ANANDA YANG BERSELANCAR DI DUNIA MAYA

Oleh: Masyudi, M.Pd
Founder Akasia Islamic School


Semakin meningkatnya aktivitas anak di dunia maya disebabkan kebijakan pemerintah yang mengharuskan pembelajaran daring di tengah mewabahnya COVID 19 meningkatkan resiko kejahatan terhadap anak melalui dunia maya karena tidak semua anak mempunyai keterampilan, sumber daya dan pengetahuan yang mumpuni untuk menjaga diri mereka agar tetap aman saat belajar daring. Bisa jadi sebagian besar anak belum menyadari kejahatan dunia maya yang senantiasa mengincar calon korbannya setiap saat. anak-anak yang aktif di dunia maya kemungkinan besar akan menjadi sasaran empuk oran-orang yang ingin berbuat jahat, mulai dari kejahatan seksual berupa gambar, video porno dan chat yang bermuatan pornografi, grooming atau proses mejalin komunikasi dengan anak memalui internet dengan tujuan menghasud, memanipulasi dan memikat anak agar terbuai rayuan untuk malakukan aktivitas seksual, pemerasan, cyber bully, penipuan online, informasi hoaks dan lain-lain.

Ada nasehat yang bagus untuk ananda agar terhindar dari kejahatan dunia maya di antaranya:


1. Selektif memilih teman

Dewasa ini batasan antara dunia nyata dan dunia maya makin menipis, bahkan dunia maya banyak digunakan untuk mencari teman baru. Harus diketahui bahwa dunia virtual tidaklah sama dengan dunia nyata, terlalu gegabah berteman di dunia maya akan sangat membahayakan.

Terkadang  tanpa kita sadari, teman akan mempengaruhi sisi kehidupan kita, teman yang baik tentu akan berdampak positif bagi kita, pun sebaliknya teman yang buruk akan berdampak negatif juga, oleh sebab itu tidak ada salahnya ketika berhubungan dengan orang lain di media sosial kita memilah dan memilih teman atau sahabat karena akan berpengaruh terhadap kualitas diri kita.


2. Waspada

Berprasangaka baik dengan orang lain memang diperintahkan agama, tetapi untuk teman yang baru dikenal, apalagi tidak tahu latar belakangnya maka perlu kewaspadaan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama kejahatan di dunia maya semakin hari semakin meningkat dan sudah banyak menelan korban diantaranya anak-anak. Memang tidak semua teman di dunia maya memiliki maksud jahat tapi tidak ada salahnya jika kita waspada untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk kepada kita.


3. Menjaga Informasi Pribadi

Menjaga informasi pribadi agar tidak jatuh ketangan orang-orang jahat harus menjadi prioritas ketika aktif di dunia maya. Jika tidak terlalu penting jangan menampilkan data-data pribadi di mendia sosial karena bisa disalah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.



 

 

NONGKRONG SUNNAHKAH?

Oleh: Masyudi, M.Pd
Founder Akasia Islamic School

Istilah nongkrong sudah sangat akrab ditelingan masyarakat Indonesia, kebiasaan nongkrong bagi sebagain masyarakat Indonesia menjadi alternatif sebagai ajang penghilang penat, penghilang stres, sarana bersosialisasi, sebagai ajarang silaturrahim dan bertukar pikiran ataupun hanya kekedar ngumpul-ngumpul untuk mengisi kekosongan. Dimasa sekarang nongkrong seolah menjadi menjadi menu wajib terutama muda mudi baik pelajar maupun mahasiswa.

Lebih lanjut, kebiasaan nongkrong memiliki peran dalam meningkatkan kreativitas berfikir dan berkarya yang terlihat dengan maraknya bisnis usaha kafe dan kedai kopi baik tradisional maupun modern yang menyiapkan fasilitas  sarana prasarana penunjang yang  semakin baik dan memadai, seperti tersediaya layanan wifi gratis, tempat duduk yang nyaman, dan runag ber-AC  yang semakin memanjakan para nongkronger


Bagi sebagian kalangan menganggap nongkrong, terutama dipingir jalan memiliki dampak negatif karena membuang waktu-waktu produktif, mengganggu pejalan kaki, merusak pemandangan dan menjadi  majelis ghiba, gosip, menggoda lawan jenis yang sedang lewat dan perilaku buruk lainnya.

Lantas bagaimana Islam menyikapi nongkrong? Mari kita sama-sama membaca hadits dari Nabi Saw berikut:

Sebagaiman diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Imam Abu Daud dan Imam Ahmad bin Hambal Rohimahumullah dari sahabat nabi bernama Abu Said al-Khudri RA, Beliau Saw bersabda: 

“hendaklah kalian menjauhi duduk-duduk dipinggir jalan”, para sahabat berkata: : “Wahai Rosulullah kami tidak dapat meninggalkannya, karena merupakan tempat kami bercakap-cakap”. Rosulullah Saw lalu bersabda: “kalau kalian memang sulit berpindah dari berkumpul (seperti itu) maka berilah kepada jalan itu haknya”. Para sahabat bertanya? “Apa hak jalan itu wahai Rosulullah?” Rosul Saw menjawab: “Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.”

Dari hadits ini kita mendapat pengetahuan tentang rambu-rambu yang harus diperhatikan jika nongkrong terutama nongkrong di pinggir jalan, yaitu:

1. Menundukkan Pandangan

Bagi mereka yang membuat majelis dipinggir jalan tentu tidak terlepas dari melihat orang yang lewat  karena memang jalan adalah tempat orang berlalu lalang, bisa jadi dari sekian banyak yang lewat terdapat dari mereka yang tidak menutup aurat atau tidak sempurna dalam menutup auratnya, karenanya sebisa mungkin bagi mereka untuk menjaga pandangan yang dapat menimbulkan efek negatif bagi hati mereka.

2. Menghilangkan Gangguan

Salah satu dari cabang iman adalah menyingkirkan gangguan di jalan, oleh sebab jika nongkrong di jalan dan melihat sesuatu yang dapat membahayakan orang yang melintasi jalan maka hendaknya ia menyingkirkan gangguan tersebut.

3. Menjawab Salam

Salah satu hak muslim terhadap muslim lainnya adalah menjawab salam, maka jika ada pejalan kaki yang mengucapkan salam kepada mereka yang nongkrong maka diwajibkan bagi meraka untuk menjawab salam tersebut.

4. Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar

Amar ma’ruf dan nahi munkar salah satu keistimewaan kaum muslimin, karena nya jika selama nongkrong mereka bisa melakukan sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah Swt hendaklah mereka melakukan nya begitupun jika melihat kejahatan dan semua hal yang dimurkai dan dibenci oleh Allah hendaklah mereka mencegahnya.

 

 

MENJADI PRIBADI MANDIRI

Oleh: Masyudi, M.Pd
Founder Akasia Islamic School

Semakin bertambah usiamu maka perlahan namun pasti kamu harus menjadi pribadi mandiri, menjalani kehidupanmu seorang diri tanpa salalu bergantung bantuan orang tua, kakek, nenek, maupun saudara.

Menjadi pribadi mandiri di awal-awal memeng penuh lika liku dan butuh perjuangan karena banyak tantangan dan hambatan yang akan kita hadapi,  tapi jika kamu dapat bertahan, terus berjuang maka kamu akan memiliki kualitas pribadi lebih matang  .

Bagi kamu yang merasa belum sepenuh nya bisa menjadi pribadi mandiri, jangan merasa minder terlebih dahulu karena semua bisa dilatih, semua bisa diasah.

Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk dapat menjadi pribadi mandiri:

1. Bangun Mindset

Jika kamu ingin mandiri maka terlebih dahulu yang  harus kamu lakukan adalah menanamkan mindset kemandirian, yakni memiliki kepercayaan akan kemampuan diri sendiri dengan memulai belajar mengambil keputusan sendiri. Walaupun begitu tidak ada salahnya jika suatu saat kamu meminta pendapat orang lain seperti orang tua, guru atau sahabat yang bisa dipercaya.

2. Jadilah Diri Sendiri

Saat kita membentuk kepribadian kita dengan ekspektasi orang lain, maka hal tersebut akan membuat kita menjadi orang lain dan akan selalu bergantung  sesuai apa yang dikatakan orang kepada kita, dan ini tidak baik bagi perkembangan kepribadian kita kedepannya. Tapi mulai ganti pola pikir dan sikap kita dengan mencoba melakukan sesuatu yang positif sesuai keinginan diri sendiri, sesuai dengan target yang akan kita capai dalam kehidupan kita.

3. Kerjakan Yang Bisa Kamu Kerjakan

Mulai lakukan hal-hal sederhana sendiri, seperti; membereskan tempat tidur, mencuci baju  ataupun menyiapkan sarapan pagi sendiri, ini bisa menjadi kebiasaan sederhana yang dapat membuat kita mandiri pada masa yang akan datang karena jika kita terbiasa dengan mudah melakukan hal-hal kecil maka akan membuat kita lebih muda melakukan hal-hal yang lebih besar nantinya.

4. Hadapi Masalah

Di dunia ini tidak ada satu orang pun yang terlepas dari masalah, justru dengan adanya masalah tersebut menjadikan kita lebih dewasa dalam menyikapi hidup ini, karena itu jika masalah datang maka hadapilah dengan kepala tegak dan selesaikan, karena akan mendewasakan dan membuatmu lebih mandri Jika suatu saat kamu menghadapi masalah pada masa yang akan datang terlebih jika masalah yang datang adalah masalah yang sama atau mirip-mirip. Jadikan masalah menjadi ajang menempa diri agar kita lebih dewasa dalam menyikapi berbagai problema dalam kehidupan kita.

5. Hasilkan Uang

Dimasa sekarang ini hampir setiap oran ingin memiliki pengahasilan sendiri. Jika kamu masih berstatus pelajar bukan berarti kamu tidak bisa memiliki penghasilan sendiri. Kamu dapat melakukan beberapa aktivitas bermanfaat untuk mendapatkan uang, diantaranya: menjadi youtuber, menjadi blogger, jualan online, jasa penulis artikel online, jasa ketik, jualan pulsa, dropshipper, jualan makanan, dll.

 

 

 

 

 

 

TANTANGAN MENGASUH KIDS ZAMAN NOW

Oleh: Masyudi, M.Pd
Founder Akasia Islamic School


Zaman terus berubah, apa yang kita alami 20 tahun tahun yang lalu dengan sekarang sangat jauh berbeda, apalagi melihat perubahan zaman yang terus berganti dan berganti dengan cepat. Setiap hari ada saja hal baru yang membuat kita tak boleh berhenti belajar.

Orang tua disetiap zamannya tentu memiliki tantangan masing-masing dalam mendidik anak-anak mereka, jika kita melihat tren yang terjadi sekarang, salah satu tantangan kita adalah membentuk anak kita menjadi anak yang tangguh sehingga mereka bisa survive ditengah derasnya persaingan. Kita perlu menyiapkan mental mereka agar memiliki mental sekeras baja, sekokoh batu karang agar tidak mudah frustasi dan siap mengahdapi proses yang semakin menantang adrenalin.

Dengan kemajuan zaman tentu membawa nilai positif bagi perkembangan anak-anak kita , anak-anak kita dapat beselancar dengan muda di dunia maya untuk mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat dalam waktu singkat. Namun sudah menjadi rahasia umum jika semakin canggih teknologi juga berdampak buruk bagi bagi perkembangan mereka, banyaknya konten-konten negatif, bermuatan kekerasan, pornografi anak, penipuan dan lainnya yang berseliweran di dunia maya, dan ini menjadi tantangan yang tidak mudah bagi orang tua untuk mendidik anak mereka agar dapat menghindari hal buruk tersebut, butuh usaha yang lebih ekstra dari orang tua untuk mengarahkan anak-anak mereka  dalam bermain di dunia maya. Disebabkan beda generasi, terkadang sebagian orang tua yang gaptek pun semakin ngos-ngosan mengejar kemapuan anak-anak mereka dibidang teknologi. Melihat hal itu semua, orang tua memiliki peran yang besar dalam pengasuhan buah hati mereka sehingga tidak boleh menutup diri dari kemajuan teknologi.

Orang tua hendaknya selalu meng-upgrade kemampuannya dengan membaca buku, mengikuti kelas-kelas perenting, mencari informasi melalui internet maupun media sosial yang dapat mendukung anak-anak mereka dalam setiap perkembangannya.

Yang pasti, kita tidak dapat selalu mengawasi anak-anak kita, yang bisa kita lakukan adalah melakukan pendampingan dan memberikan” anti virus” dengan bimbingan dan arahan agar mereka bisa melindungi diri mereka sendiri ketika jauh dari pengawasan orang tua.

 

 

DIDIKLAH BUAH HATI ANDA SESUAI DENGAN ZAMANNYA

Oleh: Masyudi, M.Pd 
Founder Akasia Islamic School


Ada
ungkapan yang mengatakan; Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedang kalian diciptakan untuk zaman kalian.

Dari ungkapan ini kita mendapat pelajaran bahwa pengetahuan itu bersifat dinamis dan terus berubah menyesuaikan dengan kondisi dan zamanya. Pola asuh orang tua zaman dulu bisa jadi efektif pada zamanya, tapi jika kita terapkan pada kondisi saat ini apakah masih efektif?

Kita harus menyadari kalau zaman telah berubah, laju perubahannya ngebut binggits sehingga mau tidak mau orang tua zaman now harus pandai-pandai beradaptasi.

Seiring perjalanan waktu dari dahulu sampai sekarang so pasti membawa banyak perbedaan perilaku antra generasi dahulu dengan generasi zaman now.

Setiap generasi memiliki karakteristik demografik yang berbeda dengan generasi sebelumnya  atau setelahnya. Perbedaan karakteristik antar  generasi bisa berupa perbedaan peran gander, karier, keseimbangan kerja, lingkungan pekerjaan bahkan keyakinan.

Nah, sekarang generasi anak-anak kita, generasi yang lahir di dunia yang serba instan, yang sangat menyukai sesuatu yang praktis, tidak suka berlama-lama dan ribet dalam melalui sebuah proses, yang tanpa sadar sebenarnya kitalah yang mengajarkannya, karena dari bangun tidur umumnya sarapan sudah tersaji di meja. Keperluan sekolah sudah disiapkan oleh ibu atau pembantu, berangkat sekolahpun diantar kendaraan bermotor yang membuat mereka lebih cepat tiba kesekolah.

Karena itu,ada baiknya orang tua mulai mengikuti kelas-kelas parenting dan membaca buku-buku parenting agar dapat memiliki pola asuh yang tepat dalam mendidik buah hati mereka.

 

 

 

 

 

 

 


REPRESENTATIONAL SYSTEM

 


"Eh, gua mah ga bisa lho kalau diminta ngebayangin sesuatu, secara gua khan bukan orang visual" 

"Ayahbunda yang berbahagia, jangan paksa ananda belajar seperti dulu ayahbunda belajar, karena belum tentu tipe ananda sama dengan ayahbunda. Kalau dulu ayahbunda senang mendengar musik, itu menandakan ayahbunda orang auditori. Jika ananda senang belajar sambil bergerak, biarkan saja, karena itu tandanya dia adalah anak kinestetik" 

Sidang Pembaca yang berbahagia, pernahkah Anda mendengar statement seperti kalimat di atas? Pernah? Atau malah statement tersebut keluar dari mulut Anda sendiri? 

Kalau iya, emang kenapa? Apa hak Anda bertanya seperti itu? 

 Nah , maka dari itu kita perlu mengkaji ulang pemahaman yang selama ini sudah kita yakini. 

 'SISTEM RE-PRESENTASIONAL' 

Manusia menangkap informasi dari dunia eksternal melalui lima inderanya:

 - Visual (penglihatan), 
 - Auditory (pendengaran), 
 - Kinesthetic (perasa), 
 - Olfactory (pembauan) dan 
 - Gustatory (pengecap). 

Dan semua informasi tadi akan di- presentasi -kan ulang di dalam pikiran dalam bentuk sesuai dengan indera yang menerimanya.  Informasi tadi entah  berbentuk visual yang bisa dipahami atau bisa disimpulkan sebagai sesuatu, atau bentuk kata-kata yang punya makna tertentu, dll.

Ketika kualitas dan kuantitas stimulus terhadap indera tadi berbeda, berbeda pula pengalaman yang terjadi, dan konsekuensi logisnya,  akan berbeda pula ' state ' (kondisi pikiran/perasaan) yang muncul. 

Berbagai perilaku dan perasaan kita terhadap sesuatu atau seseorang, dipengaruhi bagaimana kita merepresentasikan sesuatu atau seseorang di pikiran kita. Berarti, apabila kita mengubah representasi kita terhadap sesuatu atau seseorang, sikap kita pun akan ikut berubah.

Di antara pintu gerbang informasi yang 5 tadi, setiap manusia memiliki kecenderungan yang berbeda (dominan) ketika menerima informasi. Kecenderungan inilah yang disebut sebagai 'Sistem Preferensi' (disebut juga Primary System). Karena jarang digunakan secara terpisah untuk membangun representasional internal, maka Olfactory dan Gustatory sering dilebur ke dalam sistem kinestetik sebagai sensasi rasa. 

Jadi dalam pembelajaran Sistem Representasional selanjutnya kita hanya akan membahas 3 preferensi saja, yaitu:

1. Preferensi Visual
2. Preferensi Auditory
3. Preferensi Kinestetik

Kenapa kok istilahnya adalah preferensi yang memiliki kata dasar ' prefer ', yang maknanya adalah 'lebih menyukai'? 

Ya karena pada dasarnya setiap manusia memiliki ketiga (baca ke-5) sistem representasi tersebut, hanya dalam penggunaan hariannya, manusia memilih untuk dominan dalam menggunakan salah satunya sahaja. 

Kenapa pula demikian? Ya karena mereka lebih suka menggunakan salah satu dari Reps System tadi. 

Dan kenapa pula mereka lebih suka salah satunya? Ho ho ho, kalau masalah satu ini, Anda tidak berhak mempertanyakannya. Tanya saja kepada rumput yang bergoyang, hehehe.

Dari uraian sederhana ini, maka satu hal yang selama ini kita yakini perlu diperbaharui, yaitu tidak ada orang bertipe visual, auditori, maupun kinestetik!

Yang ada adalah orang dengan preferensi visual, preferensi auditori dan preferensi kinestetik. 

 'Cara Mengetahui Preferensi' 

Kita dapat mengetahui sistem preferensi seseorang melalui 3 cara, yaitu:

 1. LINGUISTIK 

Dalam linguistik sendiri kita masih bisa melihatnya dari 2 segmen:

A. Cek predikat yang sering digunakan:

a. Visual: melukiskan, membayangkan, melihat, cerah, kabur, … dll.

b. Auditori: suara, membisikkan, teriakan, merdu, mendengar,  dll.

c. Kinestetik: halus, hangat, panas,  menggenggam, merasa, wangi, harum

pahit, kecut, mencicipi… dll


B. Cek intonasi saat mereka berbicara:

a. Visual: bicaranya cepat; karena mereka berusaha mengejar gambar yang ada dalam pikiran mereka

b. Auditori: berbicara dengan intonasi berirama; karena telinga mereka menikmati irama tersebut

c. Kinestetik: bicaranya lambat; karena setiap kata akan memunculkan sensasi tersendiri di dalam diri mereka


 2. BODY LANGUAGE 

Cek gerakan tubuh seseorang ketika berkomunikasi dengan Anda

a. Visual: cenderung mengambil jarak; karena mereka ingin melihat gambaran besar dari kawan bicara mereka. Gerakan tangan mereka cepat, dinamis, dan terstruktur.

b. Auditori: mendekat saat berkomunikasi; karena mereka perlu mendengar dengan lebih jelas setiap kata yang meluncur dari kawan bicara mereka. Gerakan tangan mengikuti irama bicaranya.

c. Kinestetik: kerap kali melakukan kontak fisik, sentuhan-sentuhan kecil; karena dengan cara inilah mereka mendapatkan informasi lebih jelas. Gerakan tangan mereka cenderung lambat


 3. EYE MOVEMENT 

Cek kemana arah bola mata ketika mereka mengucapkan kata atau kalimat tertentu. Perhatikan dengan seksama ke arah mana bola mata tersebut bergerak paling dominan.

a. Visual: ke atas, ke kiri atau kanan
b. Auditori: mendatar, ke kiri atau kanan
c.Kinestetik: ke bawah, ke kiri atau kanan.

Setelah melakukan cek pada ketiga aspek di atas, lakukanlah kalibrasi.

Jika ketiga aspek menunjukkan kecenderungan V, maka dipastikan orang tersebut memiliki preferensi Visual. Demikian juga ketika terdapat 2 aspek yang sama, maka itulah preferensinya. Misal si Fulan, aspek Linguistiknya (L) V, Body Language (BL) V,  sementara Eye Movement (EM)  A, maka preferensi Fulan adalah V. Si Anu, L-nya K, BL-nya V, EM-nya K, maka preferensi Anu adalah K. 

Bagaimana jika ketiga aspeknya menunjukkan hal yang berbeda. Contoh, si Inu, L-nya A, BL-nya K, EM-nya V? Ditilik dari jaraknya dengan otak  yang mengatur subconscious mind, dan mata adalah aspek dengan lokasi paling dekat, maka aspek inilah yang paling akurat dan jauh dari bias. 

Mulut bisa dilatih untuk berbohong, bahasa tubuh juga bisa dibiasakan dengan kondisi yang diharapkan, namun mata tak pernah ingkar janji. Dengan demikian kita bisa menentukan bahwa preferensi Inu adalah V. 

Sekali lagi saya tandaskan, ini adalah preferensi , bukan absolut . 

 'Manfaat Preferensi' 

Sidang Pembaca yang berbahagia, ternyata penting juga ya bagi kita memahami preferensi ini. Kalau begitu, apa saja sih manfaatnya? 

1. Untuk Diri Sendiri
Manfaat mengetahui preferensi tentunya untuk pemberdayaan diri kita sendiri dulu. 
Dengan menyadari konsep ini maka tidak akan ada lagi ujaran seperti contoh pertama di atas, yang alih-alih memberdayakan justru memperdayakan. Mengacu pada satu presuposisi yaitu semua orang sudah memiliki sumber daya untuk sukses, yang perlu dilakukan hanyalah mengenali, memperkuat dan mengurutkan, maka ketika kita merasa tidak visualpun, sebenarnya kemampuan visual itu tetap kita miliki. Pertanyaannya adalah, sudahkan kita mengenalinya, atau bahkan memperkuatnya. Kalau demi pencapaian sebuah goal, tentunya tidak ada lagi istilah prefer atau tidak. Suka tidak suka, sebenarnya kita mampu kok mengenali dan memperkuatnya. 

Contoh sederhana lain, bagi kita yang 'right handed' alias tidak kidal, maka kita akan melakukan banyak hal menggunakan tangan kanan. Menulis, makan, menyikat gigi, menggunting, membubuhkan tanda tangan dll dengan mudah akan kita lakukan. Kita sadar bahwa kita juga memiliki tangan kiri, namun atas dasar banyak pertimbangan (salah satunya adalah moral dan agama) maka penggunaan tangan kiri sebatas pada istinja'. Mungkinkah suatu saat kita membutuhkan tangan kiri lebih dari sekedar untuk urusan bebersih diri tadi? Sangat mungkin! 

Bayangkan saja ketika tangan kanan Anda mengalami celaka sehingga mesti diperban, maka kemampuannya otomatis akan menurun bahkan lenyap. Saat itulah, prefer or not , Anda akan mengenali tangan kiri Anda, menguatkan dan mulai menggunakannya. 

2. Untuk Melakukan Pacing
Kegunaan lain mengenal preferensi adalah untuk melakukan pacing kepada orang lain. Dengan memahami ketiga aspek penentu preferensi di atas (L, BL, EM) maka agar mendapatkan trust dari kawan bicara, kita bisa melakukan mirroring dan matching. Dan hal ini akan sangat bermanfaat dalam selling, coaching, parenting maupun teaching. 

 'Learning STYLE' 

Sidang Pembaca yang berbahagia, tahukah Anda bahwa sistem preferensi ini erat kaitannya dengan cara belajar seseorang. Setiap preferensi memiliki gaya belajarnya masing-masing. 

Karena gerbang masuknya informasi memang telah dipilih oleh masing-masing preferensi, maka ketika seseorang menggunakan gerbang yang paling disukainya, informasi yang tercerap akan lebih banyak, sehingga map yang terbentuk juga lebih lengkap. Berikut saya kutip dari materi pelatihan Kang Surya Kresnanda mengenai cara memfasilitasi pembelajaran masing-masing preferensi:

A. Visual
- Gunakan gambar, video dan media peraga
- Puaskan dengan warna (tapi jangan berlebihan) 
- Gunakan predikat visual 
- Optimalkan bahasa tubuh untuk menunjuk dan menggambar
- Atur jarak menjauh agar mereka bisa melihat lebih banyak 

B. Auditori
- Perbanyak menjelaskan, atau beri mereka kesempatan untuk menjelaskan ulang
- Gunakan predikat auditori
- Perdekat jarak agar mereka bisa mendengar lebih jelas 
- Atur intonasi mendayu dan gerak tubuh yang menyesuaikan suaranya

C. Kinestetik
- Ijinkan mereka menyentuh dan meraba seperlunya
- Gunakan alat peraga 3 dimensi.
- Gunakan predikat kinestetik
- Atur intonasi lambat dan dalam
- Gunakan bahasa tubuh lambat
- Sentuh seperlunya (dan sopan) 

 Oo ternyata itu to maksud dan manfaat Reps System? Kalau begitu ujaran kedua tadi itu benar atau salah? 

Sidang Pembaca yang berbahagia, bukan salah namun perlu diluruskan pada judgement VAK, menjadi preferensi VAK. Dan meskipun kita sudah paham mengenai sistem preferensi serta gaya belajar masing-masing preferensi, namun ketika kondisinya hanya mendukung pada pemenuhan salah satu preferensi saja, atau terdapat hal yang tidak ekologis, ya perkuat saja sistem preferensi lain yang masih memungkinkan.

Contoh seorang anak dengan preferensi kinestetik sedang bermain di taman kaktus, apakah akan kita biarkan dia menyentuh kaktusnya? Tentu tidak bukan? Ajarkan saja dia dengan apa yang dia lihat, karena di dalam dirinya toh juga terdapat kemampuan visualnya. 


Karena adanya Bandler dan Grinder menciptakan NLP (Neuro Linguistic Programming) adalah untuk memudahkan hidup kita. Jangan karena terjebak oleh teknik atau dikotomi metodologinya, justru kita mengabaikan sisi ekologis sekitar kita, sehingga hidup kita makin susyah gegara eN eL Peh. 

Sila tebar jika manfaat

Tabik 
-haridewa-
Happiness Life Coach

Akasia Berbagi

Foto Bersama yatim dan Dhu'afa

 

WhatsApp-Button